Review Android Versi 4.4 KitKat

:aha: Siapa yang menyangka nama versi Android 4.4 adalah “KitKat”. Karena pada awalnya Android 4.4 akan diberi nama “Key Lime Pie” sebagai penerus Jelly Bean. Sampai Google secara resmi mengumumkan nama baru yang dipakai untuk versi Android 4.4 adalah Android KitKat, yang diambil dari sebuah merek coklat buatan Nestle. Pasti kalian tau kan selogan iklan coklat satu ini yang berbunyi “Ada Break, Ada KitKat”. :siul:

Google sendiri sudah mengantongi izin dari Nestle untuk menggunakan nama KitKat. Alasan perubahan nama dari yang sebelumnya di kabarkan Key Lime Pie adalah karena Google menyadari hanya sedikit orang yang mengetahui rasa “Key Lime Pie”, tak seperti nama-nama jenis makanan yang  sebelumnya akrab di kalangan masyarakat seperti donat, es krim sandwich, roti jahe dan yang lainnya. :girang: Tentu saja, akhirnya Google memilih Kitkat karena ini adalah makanan ringan yang sangat terkenal di masyarakat luas. Sebagian besar mengetahui rasanya yang enak dan tepat untuk di konsumsi ketika bersantai. :teh: Android KitKat di rilis resmi pada akhir tahun 2013, jelasnya seri Android ini adalah seri 4.4 dan bukan 5.0 seperti yang selama ini banyak ditebak oleh orang-orang. Android KitKat tentunya bisa dipastikan punya banyak sekali kelebihan dibanding dengan versi Android yang ada sebelumnya. Bugs pada versi Jelly Bean pun akan sepenuhnya diperbaiki dan disempurnakan pada versi KitKat. :jempol:

Apa Kamu Tau  4 Game Android Terbaik Paling Populer

Dari sisi keamanan, pada KitKat ditanamkan fitur SELinux, yaitu anti malware yang otomatis aktif setiap HandHeld di nyalakan. Namun aplikasi yang memiliki akses superuser mendapat masalah, :bonyok: seperti gagal dalam mendapatkan previlage superuser. Sehingga walaupun superuser menberi hak akses, jadi bisa saja gagal dalam memodifikasi system, atau meskipun itu sekedar memasang tweak saja dan hanya file browser bawaan yang bisa mengelola filesystem pada Android Kitkat. SELinux ini bisa di lihat pada Setting, About dan lihat ada pada keterangan paling bawah, SELinux Wajib atau Enforcing. :depresi:

KitKat menjadi OS Android terakhir yang menggunakan DVM atau Dalvik Virtual Machine, karena pada OS berikutnya yakni LolliPop 5.0 sudah menggunakan ART atau Android Runtime sebagai pengganti DVM. Dalvik sendiri lebih compatible pada Low End Device, karena memerlukan resource RAM yang lebih ringan, dan akan di eksekusi pada saat aplikasi di jalankan saja, sebut saja Dalvik JIT atau Just In Time. :ganteng: Dalvik Excecutable Cache atau DEX akan di buat pada First Boot untuk aplikasi system atau saat aplikasi di install saja untuk aplikasi pengguna.

Apa Kamu Tau  Daftar Resep Masakan Harvest Moon BTN Lengkap

System Operasi KitKat mampu dijalankan pada perangkat yang memiliki spesifikasi sangat rendah, sebagai contoh pada Samsung Galaxy Y GT-S5360 yang hanya berbekal CPU ARM-V6 832MHz, 289 MB RAM, GPU VideoCoreIV BROADCOM, seperti pada postingan saya sebelumnya Tutorial Install Kitkat Pada Galaxy Young GT-S5360. Bayangkan saja jika dengan spesifikasi serendah itu OS KitKat dapat berjalan dengan baik, banyak versi lain selain Totoro yang mendapat unofficial update dari AOSP KitKat, seperti Coperve, Cory, bahkan sekelas MTK yang tidak lain adalah MediaTek. :wow: Terima Kasih kami kepada CyanogenMod Team yang sudah berbaik hati atas CM11 KitKat. :nyengir: Sudah menjadi Developer bagi kami pengguna Low End Device yang jelas sekali jauh dari spesifikasi High End Device yang mendapat Update Resmi dari Samsung, tapi masih dapat merasakan OS Android Kitkat pada perangkat kami. :terharu:

Mungkin Anda juga menyukai