Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Mitos Rooting Android Penyebab Baterai Boros

Benarkah proses rooting dapat membuat baterai HP Android menjadi lebih boros? RAM menjadi lebih cepat penuh? Pertanyaan tersebut adalah beberapa pertanyaan yang boleh di bilang sangat sering ditanyakan oleh pengguna android terutama yang masih benar-benar awam. Kalau masih merasa bingung, apakah melakukan root pada HH akan berdampak seperti itu? Saya katakan itu adalah MITOS! Jadi begini, proses rooting sama sekali tidak berpengaruh pada pemakaian baterai ataupun pemakaian RAM.

Kalaupun misalnya baterai menjadi terasa boros, kemungkinan itu bukan dikarena proses rooting itu sendiri. Karena melakukan rooting hanya mengganti hak akses user menjadi superuser, sehingga kita bisa melakukan perubahan pada system dan apabila kita lalai dalam memodifikasi atau mengganti app system. Tanpa tau cara kerja dan tanpa adanya item pendukungnya, itu akan berbahaya saat kita memodfikasi system dan melakukan kesalahan tentunya akan berimbas pada kinerja Android kita, bahkan tidak bisa dipungkiri berdampak juga pada baterai. Jadi jangan salahkan root saat baterai kamu dirasai mudah habis, tapi akses superuser yang salah kamu gunakan saat memodifikasi atau memberikan hak superuser pada aplikasi tertentu yang memakan power yang tinggi.

Apa Kamu Tau  Cara Mendapatkan Pulsa Gratis di CashDigg

Mengganti Kernel atau Custom ROM juga dapat menjadi penyebab lain, terutama pada penggantian Kernel. Jika dalam Kernel yang digunakan memiliki kemampuan OverClock (OC), jelas sekali itu akan meningkatkan kemampuan CPU yang melebihi kecepatan aslinya. Sehingga ketika kita menggunakan CPU melebihi kemampuan standard, tapi dengan kapasitas baterai masih tetap. Sudah bisa dipastikan otomatis baterai akan menjadi lebih boros bahkan sangat boros, karena power baterai digunakan untuk kinerja CPU yang berat. Selain baterai menjadi boros akibat OverClock, bisa juga karena kalibrasi baterai sudah berubah akibat dari penggunaan kernel atau custom rom yang berbeda.

Dalam hal lain apabila kita nemasang tweak, bisa saja terjadi crash atau terlalu memaksaka syatem. Solusinya bisa dengan melakukan kalibrasi ulang pada baterai, yang sudah saya bagikan caranya di postingan sebelumnya (Cara Kalibrasi Baterai). Bisa juga dengan melakukan cek ulang dan pahami dengan baik setiap tweak yang kita terapkan di HH Android kita. Apabila kondisi RAM penuh, itu bisa berakibat dari settingan Custom ROM atau kernel yang di gunakan.

Apa Kamu Tau  Review Android Versi 4.4 KitKat

Solusinya itu bisa diakali dengan tweak RAM  dan biasanya beberapa Custom ROM menyediakan fitur untuk mengcompress RAM seperti script zRAM, Adrenalin Boost, dan lain-lain. Lalu apabila dirasa efeknya terlalu jauh dari yang diharapkan, coba lihat kembali ke sumber custom rom tersebut. Apakah disediakan update untuk custom rom atau lihat laporan dari para tester cusrom tersebut. Kalau memang Custom ROM ini benar-benar penyebabnya, coba ganti ke custom rom lain yang dirasa lebih cocok.

Jangan lupa perhatikan dengan seksama saran dari pembuat custom rom, kernel apa yang cocok, tweak apa yang dilarang dan bisa menimbulkan crash. Hal yang terpenting adala selalu cek pembaruan rom tersebut, agar ROM yang kita gunakan selalu dalam keadaan optimal dan sudah melewati perbaikan dari berbagai bugs yang ada sebelumnya. Sekian sedikit pemaparan tentang mitos ROOTING dari saya, semoga bisa menjadi referensi pengetahuan kawan-kawan tentang Android. Selamat berjumpa di postingan berikutnya.

Mungkin Anda juga menyukai